Review Diskusi BPJS, Jaminan Kesehatan: antara masalah dan tantangan

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Analisis Kebijakan Publik

 

organisasi

Siang itu, matahari masih menyengat di lingkungan Gedung Dekanat FK Universitas Jenderal Soedirman. Tetapi, begitu memasuki gedung, suasana berubah drastis. Dingin. Setelah memasuki ruangan serbaguna di lantai 2 gedung Dekanat itu, suasana nampak lebih hangat. Apalagi melihat pembicara sudah mulai menyampaikan materi, Pak Kajur yang menyambut ramah, serta peserta yang duduk seperti singa yang siap menerkam mangsa. Ya, siang itu kami memang akan berdiskusi mengenai BPJS. Makhluk yang lahir kemarin sore, yang punya seribu muka. Bagi pasien tidak mampu, BPJS bak malaikat penolong. Bagi tenaga medis yang klaimnya dibayar tidak penuh, BPJS seperti copet yang harus diteriaki. Bagi tenaga medis yang mendapatkan kapitasi yang lumayan, BPJS seperti balon, kadang dipukul ke atas, kadang dipeluk, tetapi kadang pula diletuskan. Bagi wartawan, BPJS seperti ban bocor, dicari lubangnya, kalo sudah ketemu segera dicoblos untuk ditembel. Persis. BPJS bagi wartawan selalu dicari kekurangannya. Prinsip” bad news is good news”, amat mereka pahami untuk kasus BPJS. Bagi pemerintah, BPJS seperti sansak (betul nggak istilahnya?), itu bantal berisi pasir atau kapas yang lazim dipukul atau ditendang saat latihan beladiri. Ia dibiarkan saja dipukul dan ditendang. Malah kadang yang empunya kadang berteriak” ayo pukul yang keras, jangan pelan-pelan”.  Hingga akhirnya, yang mukul capek dan berhenti, yang empunya tersenyum penuh kemenangan dan bersenang hati.
Diskusi ini dimulai dengan materi pengantar oleh Dr. Sc.hum, Budi Aji, SKM, M.Sc . Dr. Budi menyampaikan hal menarik tentang mengapa diperlukan jaminan kesehatan; dan perbedaan antara Askesos dan Komersial. Beliau menyampaikan bahwa setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan pentingnya jaminan kesehatan. Pertama, kegagalan pasar pelayanan kesehatan yang acapkali gagal untuk memberikan si miskin haknya untuk mengakses fasilitas kesehatan. Kedua, kehidupan manusia yang berpotensi resiko (sakit). Resiko menanggung biaya pelayanan ketika sakit harus dicarikan solusinya, yaitu dengan mentransfer resiko ini (risk transfer) kepada asuransi kesehatan. Ketiga, manusia bersifat short sighted, yaitu menunjuk kebiasaan manusia yang hanya memikirkan hal-hal yang jangka pendek. Hal ini kadang kala dapat muncul dari orang-orang yang berkantung tebal. Ia tak perlu memikirkan asuransi, sebab, jika ia sakit ia mampu membeli layanan kesehatan. Short sighted ini seharusnya tidak dilakukan oleh orang dengan penghasilan pas-pasan, sebab ia tak punya sumber daya untuk menanggulangi resiko pembayaran pelayanan kesehatan jika ia sakit. Sehingga, asuransi kesehatan menjadi amat diperlukan.
Perbedaan antara askesos dan komersial  kemudian menarik untuk ditelaah. Dr. Budi menyampaikan bahwa Askesos bercirikan kepesertaan wajib bagi seluruh penduduk, non profit, dan manfaatnya bersifat komprehensif. Sedangkan, Asuransi komersial kepesertaan bersifat sukarela, profit dan manfaat yang diterima sesuai dengan premi yang dibayarkan.
Setelah sesi pengantar, Pak Joko sebagai moderator pun mempersilahkan para peserta untuk berkomentar tentang BPJS. Banyak hal menarik yang didapat dari sesi ini. Para peserta diskusi dari tenaga medis kebanyakan berkeluh kesah tentang BPJS, terutama adalah tarif yang tak masuk akal, klaim yang tak dapat dibayar maksimal, serta aturan-aturan kementerian yang aneh, unik, dan tentu saja langka. Salah satu peserta diskusi dari tenaga medis menyatakan bahwa selama ini BPJS tahu jika klaim yang dibayar dibawah dari real cost. Ada lagi peserta diskusi yang amat berapi-api, “Ayo kita rubah, jika memang itu tak sesuai, ayo kita bergerak. Kebijakan itu kalo memang salah harus kita lawan, jangan diam saja. Begitu SK turun dan tidak sesuai dengan lapangan jangan hanya diam, manut dan tunduk patuh saja. Jangan, ayo kita rubah. Kita ajak mereka berdiskusi dengan kondisi riil di lapangan. Kebijakan harus pro kepada Anda dan kita semua”. Wuih, senang rasanya mendengarnya berapi-api. Mengingatkan saya dengan seorang orator mahasiswa saat berdemo.

Peserta diskusi dari FISIP kemudian masuk untuk memberi pandangannya. Mas Lutfi menyampaikan bahwa masalah BPJS dari beberapa pendapat menunjukkan adanya pergulatan antara BPJS – Tenaga Medis, BPJS – Pemerintah, BPJS – Masyarakat, Tenaga Medis – Masyarakat. Keadaannya memang tak cukup sederhana untuk diurai. Selain itu, pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab memang harus turun tangan dan menyelesaikan semuanya. Pemerintah tetap harus hadir untuk menyelesaikan ini. Alokasi Fiskal untuk subsidi bidang kesehatan seharusnya memiliki range yang lebih besar setelah dicabutnya subsidi BBM.
Salah satu peserta dari FISIP lainnya kemudian menambahkan. Bahwa penentuan harga yang wajar untuk premi jaminan kesehatan bukanlah hal yang mudah. Pertama, data orang miskin di Indonesia merupakan data politis yang kadang kala tidak menunjukkan hal yang sesungguhnya. Kedua, selama ini ada misteri di ruang publik tentang harga atau ongkos pelayanan kesehatan. Dalam nuansa kebatinan publik, di sana ada misteri tentang pelayanan kesehatan, harga obat, fee dokter, sewa alat, pengadaan dan perawatan alkes, dan lain-lain. Alam bawah sadar publik menyatakan bahwa harga pelayanan kesehatan adalah mahal. Sedangkan dalam nuansa kebatinan tenaga kesehatan, mereka menyatakan bahwa tarif yang berlaku adalah (telah) wajar. Nuansa kebatinan publik dan tenaga kesehatan dengan demikian tidak nyambung. Satu sisi, tenaga kesehatan mengaku tidak pernah di bayar penuh klaimnya, terlalu kecil, tetapi jaspel yang diterima tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, dan staff administrasi selalu besar. Publik kemudian bersuudzan bahwa mereka sudah terlalu mahal membayar layanan kesehatan. Asumsi serupa nampaknya juga mendapatkan pembelaan dari BPJS, sehingga kadangkala tak membayar penuh seluruh klaim yang diajukan.
Maka menarik statemen dari salah satu peserta yang dokter dan juga dosen. “Nampaknya, sekarang kita berada dalam dunia yang selalu berburuk sangka, tenaga medis berburuk sangka kepada BPJS, BPJS juga sebaliknya, publik berburuk sangka kepada tenaga medis, dan BPJS. Mungkin sekarang saat yang tepat untuk memulai komunikasi yang lebih terbuka antara para pihak yang terkait”.
BPJS memang akan selalu menarik untuk didiskusikan, dan tak terasa sudah hampir 2 jam diskusi itu berlangsung. Diskusi ini dari gelagatnya merupakan diskusi awal. Nantinya akan ada diskusi-diskusi turunannya yang akan membahas BPJS (lagi) atau hal yang lain. Tapi melihat dan mendengar para peserta diskusi menyampaikan pendapat-pendapat yang cerdas, dan lugas. Itu sudah cukup meyakinkan bahwa publik tak akan kalunto-lunto. Karena ada kaum intelektual yang menaruh hati dan pikirannya bukan ditubuhnya, tetapi di tubuh rakyat yang haus kebenaran dan keadilan.

08-08-2015
08.05 – 08.45

Nilai UTS MK Analisis Kebijakan Publik 2013-2014

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Analisis Kebijakan Publik

 

Berikut adalah nilai UTS MK Analisis Kebijakan Publik 2013-2014 (Dosen – Dwiyanto Indiahono)
Nilai UTS AKP 2013-2014 - Indiahono

Keterangan:

  • Untuk Memperbesar Tampilan, silahkan klik gambar di atas.
  • Porsi Nilai Ujian 70 %, dan Tugas  Terstruktur 30%.
  • Nilai Rata-rata adalah 83,3.
  • Komplain Diterima Sampai dengan Hari Kamis, 9 Januari 2014 pukul 12.00 WIB dengan menulis koment dibawah posting ini.
  • Atas kerjasama yang baik, disampaikan terima Kasih.

Kaki Gunung Slamet, 07 Januari 2014
Dosen Pengampu,

Dwiyanto Indiahono

Tugas MK Analisis Kebijakan Publik

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Analisis Kebijakan Publik

PHONE
Kepada Mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Analisis Kebijakan Publik, pertemuan tanggal 17 September 2013 akan diisi tugas “MEMOTRET MASALAH PUBLIK”.
Tugas dikumpulkan via email paling lambat Sabtu, 21 September 2013 pukul 12.00 WiB.

Ketentuan Tugas:
1. Potretlah dengan kamera digital fenomena masalah publik di sekitar Anda.
2. Potret harus original (dibuktikan dengan surat pernyataan otentifikasi potret yang dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya).
3. File diberi nama dengan format: NIM-judul, contoh: F1B0090XX-becakku tak lari kencang
4. File dikirim ke alamat: indiahono@gmail.com.
5. Daftar mahasiswa yang mengumpulkan tugas, sebagai absensi pertemuan tanggal 17 September 2013.
6.  Foto yang baik akan dipublikasikan melalui web Jurusan/ Blog Dosen Unsoed.
7. Tugas ini akan dibahas pada pertemuan yang akan ditentukan kemudian.

Atas kerjasama yang baik, disampaikan terima kasih.

Dwiyanto Indiahono

 

 

Nilai Tengah Semester MK AKP – indiahono

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Analisis Kebijakan Publik

DAFTAR NILAI MATA KULIAH (Tengah Semester)

ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK

DOSEN PENGAMPU: DWIYANTO INDIAHONO

Berikut adalah nilai tengah semester Mata Kuliah Analisis Kebijakan Publik:

No.

NIM

NILAI NYATA

NILAI KONVERSI

TOTAL NILAI

UJIAN

TUGAS

UJIAN

TUGAS

1

F1B009002

80

85

64

17

81

2

F1B009004

80

87

64

17,4

81,4

3

F1B009005

78

90

62,4

18

80,4

4

F1B009008

70

80

56

16

72

5

F1B009009

82

90

65,6

18

83,6

6

F1B009010

85

85

68

17

85

7

F1B009011

30

0

24

0

24

8

F1B009014

90

87

72

17,4

89,4

9

F1B009027

85

80

68

16

84

10

F1B009032

85

90

68

18

86

11

F1B009033

75

87

60

17,4

77,4

12

F1B009038

84

80

67,2

16

83,2

13

F1B009041

77

85

61,6

17

78,6

14

F1B009044

74

85

59,2

17

76,2

15

F1B009047

74

80

59,2

16

75,2

16

F1B009051

87

85

69,6

17

86,6

17

F1B009054

70

85

56

17

73

18

F1B009056

74

85

59,2

17

76,2

19

F1B009058

77

80

61,6

16

77,6

20

F1B009066

73

80

58,4

16

74,4

21

F1B009072

72

83

57,6

16,6

74,2

22

F1B009073

75

83

60

16,6

76,6

23

F1B009082

70

85

56

17

73

24

F1B009085

77

85

61,6

17

78,6

25

F1B009090

67

83

53,6

16,6

70,2

26

F1B009092

75

80

60

16

76

27

F1B009097

80

87

64

17,4

81,4

28

F1B010037

70

83

56

16,6

72,6

29

F1B008079

37

0

29,6

0

29,6

30

F1B008087

67

83

53,6

16,6

70,2

31

F1B008091

59

0

47,2

0

47,2

NILAI RATA-RATA

73,52

76,06

58,81

15,21

74,03

Keterangan:

  • Porsi Nilai Ujian 80 %, dan Nilai Tugas 20%.
  • Nilai Rata-rata adalah 74, 03.
  • Komplain Diterima Sampai dengan Hari Selasa, 15 Januari 2013 pukul 12.00 WIB dengan menulis koment dibawah posting ini.
  • Atas kerjasama yang baik, disampaikan terima Kasih.

Kaki Gunung Slamet, 14 Januari 2013

Dosen Pengampu,
Dwiyanto Indiahono

 

Silabus Materi Kuliah Analisis Kebijakan Publik

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Analisis Kebijakan Publik

Kepada Mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Analisis Kebijakan Publik (AKP) dipersilahkan mencermati dokumen Silabus Materi Kuliah AKP sebagai panduan pelaksanaan perkuliahan. Silahkan download dokumen Silabus Materi Mata Kuliah Analisis Kebijakan Publik .

Atas perhatian dan kerjasama yang baik, disampaikan terima kasih.

 

Dwiyanto Indiahono

Tugas MK Analisis Kebijakan Publik

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Analisis Kebijakan Publik


Tugas Terstruktur MK Analisis Kebijakan Publik

Buatlah Paper yang Memuat Masalah Publik Tertentu dan Pengembangan Alternatif Kebijakannya, dengan ketentuan:

  1. Masalah Publik harus dijelaskan secara detail, dan didukung dengan data yang relevan yang dapat dipertanggungjawabkan
  2. Teknik yang digunakan untuk menjelaskan bahwa masalah juga harus dijelaskan dalam Paper.
  3. Alternatif kebijakan harus juga dijelaskan secara rinci dan didukung dengan argumentasi yang rasional dan demokratis.
  4. Teknik yang digunakan untuk mengembangkan alternatif juga harus dijelaskan dalam paper.
  5. Ketentuan teknis:
    1. Diketik di atas kertas A4, font calibri 12, dengan spasi 1,5.
    2. Tebal halaman minimal 11 halaman, dan paling tebal 20 halaman.
    3. Kriteria
      i.      Data pendukung yang relevan (25 %) – kemampuan  menunjukkan data-data yang saling terkait)
      ii.      Ketajaman analisis (30 %) – kemampuan menjelaskan argumentasi dan masalah publik
      iii.      Banyaknya Literatur dan Aktual (20%) – (buku teks) yang Aktual (2006-2011) (1-5 literatur: point 5, 6-10: point 10, 11-15:point 15, di atas 15: point 20)
      iv.      Sistematika Penulisan (10%) – materi tulisan dibuat runtut dan sistematis
      v.      Banyaknya Halaman (15%) – (1-10 hal: point 0, 11-15 hal: point 10, 16-20 hal: point 15)
      vi.      Jika Anda Terbukti Melakukan Plagiat Atau Menduplikasi, Anda Akan Diberi Nilai 0 Untuk Tugas Ini.
    1. Tugas dikumpulkan tanggal 30 Nopember 2011, pukul 09.00-12.00 WIB di Mas Yuli – Sekretariat Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP UNSOED.

Demikian pengumuman dibuat, atas perhatian dan kerjasama yang baik disampaikan terima kasih.

Dosen Pengampu

 

Dwiyanto Indiahono

 

Kata kunci: kebijakan, kebijakan publik, analisis kebijakan, analisis kebijakan publik, formulasi kebijakan, formulasi, implementasi, implementasi kebijakan, implementasi kebijakan publik, evaluasi, evaluasi kebijakan publik, monitoring, monitoring kebijakan, monitoring kebijakan publik, naskah akademik, merumuskan kebijakan, tahap-tahap kebijakan publik, model kebijakan, model kebijakan publik, model implementasi, model implementasi kebijakan publik, birokrasi, manajemen, manajemen pelayanan publik, organisasi publik, pemerintah, birokrasi Indonesia, reformasi, reformasi pelayanan publik, reformasi birokrasi, korupsi, suap, aparat pemerintah, birokrat.
Key words: policy, public policy, policy analysis, public policy analysis, policy formulation, formulation, implementation, policy implementation, public policy implementation, evaluation, public policy evaluation, monitoring, policy monitoring, monitoring of public policy, academic texts, formulate policies, stages of public policy, policy models, models of public policy, implementation model, implementation model of public policy, bureaucracy, management, public service, public organizations, government, the Indonesian bureaucracy, reform, reform of public services,  bureaucracy reform, corruption, bribery, government officials, bureaucrats.

Pengumuman Nilai Tengah (MID) Semester Analisis Kebijakan Publik

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Analisis Kebijakan Publik

STATION

Berikut adalah nilai tengah (mid) semester mata kuliah Analisis Kebijakan Publik (AKP) – Dosen Dwiyanto Indiahono:

NIM

Nilai Nyata

Nilai Konversi

Nilai

Tugas

Presentasi

Ujian

Tugas

Presentasi

Ujian

1

F1B004074

0

0

0

0

0

0

0

2

F1B005131

60

0

70

18

0

42

60

3

F1B005183

0

0

80

0

0

48

48

4

F1B006023

85

0

85

25,5

0

51

76,5

5

F1B006032

75

0

75

22,5

0

45

67,5

6

F1B006066

0

0

75

0

0

45

45

7

F1B007016

80

0

75

24

0

45

69

8

F1B007027

75

0

80

22,5

0

48

70,5

9

F1B007029

80

0

80

24

0

48

72

10

F1B007030

80

0

70

24

0

42

66

11

F1B007031

85

0

85

25,5

0

51

76,5

12

F1B007032

85

0

75

25,5

0

45

70,5

13

F1B007041

85

10

85

25,5

10

51

86,5

14

F1B007046

85

0

90

25,5

0

54

79,5

15

F1B007048

85

10

90

25,5

10

54

89,5

16

F1B007058

80

0

80

24

0

48

72

17

F1B007063

85

0

85

25,5

0

51

76,5

18

F1B007069

85

10

90

25,5

10

54

89,5

19

F1B007073

85

10

90

25,5

10

54

89,5

20

F1B007074

80

0

80

24

0

48

72

21

F1B007076

75

0

75

22,5

0

45

67,5

22

F1B007077

75

0

70

22,5

0

42

64,5

23

F1B007079

85

0

70

25,5

0

42

67,5

24

F1B007082

85

0

75

25,5

0

45

70,5

Nilai Rata-Rata

71,59

Catatan:

  1. Komposisi Nilai adalah seperti yang telah disampaikan di awal perkuliahan: Tugas 30 %, Presentasi 10 % dan Ujian 40 % (silahkan chek di http://indiahono.blog.unsoed.ac.id/2010/09/23/struktur-nilai-mata-kuliah-analisis-kebijakan-publik-%E2%80%93-dwiyanto-indiahono/ )
  2. Komplain diterima sampai Sabtu, 8 Januari 2011 pukul 14.00 WIB dengan cara:
    1. Menuliskan komentar pada posting pengumuman nilai AKP ini yang berisi NIM pemberi komplain (cukup tulis NIM saja).
    2. Menemui dosen pengampu pada Senin, 10 Januari 2011.
    3. Hanya mahasiswa yang menuliskan komentar pada posting ini yang akan dilayani.
  3. Nilai rata-rata mata kuliah AKP adalah 71, 59.
  4. Atas perhatian dan kerjasama yang baik disampaikan terima kasih.

Dosen Pengampu

Dwiyanto Indiahono