Buku Ke-Lima

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Review Buku
birokrat-bukan-pelayan-koruptor
Penulis : Dwiyanto Indiahono
Ukuran : 16 x 23 cm
Tebal : xiv + 208 hlm
ISBN : 978-602-7869-87-5
Tahun : 2016
Penerbit : Gava Media
Deskripsi :
Gerakan korupsi pada tahun-tahun terakhir ini diributkan dengan banyaknya kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi. Korupsi ini kemudian berbuah pada kerugian yang diderita publik, yaitu hilangnya kesempatan publik untuk dipimpin oleh pemimpin bersih dan berkualitas serta makin maraknya suap dan korupsi disektor publik. Saat Cina sedang sangat enerjik menabuh genderang perang melawan korupsi dengan moto berburu singa dan membasmi lalat, di saat yang hampir bersamaan gerakan perang melawan korupsi di tanah air justeru diluluhlantakkan dengan korupsi yang dilakukan oleh para kepala daerah. Buku ini akan melihat perkembangan korupsi di Indonesia, kemudian mendialogkan korupsi dengan isu-isu yang terkait dengannya seperti: pengembangan nilai-nilai etika Islam dalam birokrasi, demokrasi, aktor kritis, pendidikan, dan kebijakan pengentasan kemiskinan yang berbasis bukti dan konteks. Bacaan ini diharapkan dapat menjadi pendamping bagi para mahasiswa yang kritis, aktifis gerakan anti korupsi dan pembangunan, birokrat dan pejabat untuk menelaah kembali posisi tegas masing-masing dalam pembangunan, gerakan anti korupsi, dan reformasi birokrasi. Khusus untuk para birokrat ada pesan istimewa yang hendak disampaikan, yaitu bahwa birokrat bukanlah pelayan koruptor. Menjadi kritis memang pilihan, namun tidak menjadi kritis adalah pengkhiatan terhadap nurani dan kebenaran

Saatnya Tuan Turun

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Beranda

india

Bila ujung lidah tak lagi bisa dikendali
Bila lisan sakiti nurani
Bila tuan sudah usik agama kami
Saatnya tuan turun tahta sekarang juga

Bila ujung lidah gemar membentak
Seakan-akan rakyat selalu didudukkan sebagai pemberontak
Dan tuan selalu ingin menang seperti tukang palak
Saatnya tuan turun tahta sekarang juga

Bila tuan selalu tak peduli
Jerit suara rakyat yang terperi
Karena penggusuran setiap hari
Saatnya tuan turun tahta sekarang juga

Bila tuan selalu memaki
Umpat sana, umpat sini
Seperti tuan punya derajat paling mulia sendiri
Saatnya tuan turun tahta sekarang juga

Meski katanya tuan slalu perjuangkan kebenaran
Anak-anak kami tak perlu ditunjukkan umpatan-umpatan
Umpatan seakan-akan menjadi kosakata mulia yang harus dilakukan
Tuan, kami punya anak-anak yang butuhkan teladan
Umpatan-umpatanmu meluluhlantakkan seluruh pelajaran kesopanan

Ayam jantan memakan kurma
Makan sembilan sisakan sebiji
Bila tuan nistakan agama
Usahlah tuan menjabat lagi

Kaki Gunung Slamet, 07-10-2016
Dwiyanto Indiahono