“…Kampus ini, Kampus Kebenaran…”

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Beranda

pembicara orator

berperi rasa baca berita
tuan cendekia terlibat nista
uang rakyat ditilep juga

tiadakah tuan berkaca
dulu tuan juga jelata
berasal dari bayi tiada harta

kini tuan mulai rasakan penjara
teman-teman juga berduka
apakah ini bukan duka terbesar kita?
tuan puan sedih karna koruptor itu teman kita
bukan berarti koruptor tak harus bertemu hakim ketua

jika tuan puan yakin ia tiada bersalah juga
kepal tangan ini selalu ada untuknya
tapi jika ia salah, tiada guna membela
yakinlah hukum kan membuat kita tegak membela dunia

—kami di sini, melawan korupsi juga…—

indiahono, kaki gunung slamet
24092014

Hari ini dunia kampus kembali dihebohkan dengan berita tentang babak baru penyelidikan kasus korupsi di Kampus “Slamet”-Kampus Unsoed. Banyak dosen yang merasa sedih, terpukul, kaget dan berbagai rasa lain yang mungkin agak aneh untuk diceritakan. Kampus harus jadi benteng gerakan anti korupsi, kampus memang harus menjadi contoh untuk gerakan perubahan ini. Tak pelak lagi, jika ada kasus korupsi di kampus, maka tak perlu sedih tak perlu ada duka.

Duka kita hanyalah kepada orang-orang yang telah salah jalan itu, dan berdo’a semoga segera kembali ke jalan yang benar. Jika ia harus diperiksa, diadili dan dipenjara karena memang terbukti bersalah, maka sebagai pembela gerakan anti korupsi Kampus harus tetap tegar, tegas dan jelas mengatakan: “beri sanksi sesuai kaidah hukum sejati”.

Jadi terungkapnya kasus korupsi bukanlah aib, yang aib itu jika ada orang berbuat maksiat (korupsi) dilindungi dan diam untuk tidak melakukan hal apapun untuk memperbaikinya. Banggalah karena kampus kita telah berani melakukan pembersihan, biarlah hukum yang akan memproses kebenaran berdasar fakta yang diungkap tanpa rekayasa. Senyumlah, karena kita tetap berada di garda depan pembela kebenaran.

—Kampus ini akan tetap tegar membela kebenaran—