“Kemarin, Kyai Kami Wafat…”

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Beranda

Membaca status di facebook tentang meninggalnya Mbah Sahal amat berkesan untuk saya pribadi. Saya jarang berurai air mata untuk berita lelayu di facebook. Tetapi tidak untuk kematian beliau. Ya, begitulah, berita kematian Mbah Sahal (KH. Sahal Mahfudz) termasuk kematian yang membuat air mata saya tak terbendung. Dulu, saat Mbah Cholil (KH. Cholil Bisri) wafat, saya pun turut meneteskan air mata. Kedua kyai ini memang luar biasa. Saya sepakat dengan banyak orang, tak mudah mencari pengganti kyai macam beliau berdua.

Mbah Cholil misalnya, saat beliau diberi amanah menjabat Wakil Ketua MPR kehidupannya pun nyaris tak berubah. Kami masih bisa melihat beliau melenggang tanpa kawalan di Masjid Besar Rembang untuk menunaikan Jum’atan dengan terompah khasnya. Seingat saya, itulah Mbah Cholil, kyai kami. Meski saya hanya bisa belajar dari santri beliau, namun melihatnya saja, kami sudah merasa beliau adalah guru kami. Bahkan, berdasar cerita yang sampai ke telinga saya, di saat-saat akhir malaikat menjemput Mbah Cholil, beliau masih sempat bertanya: “Sapa sing ngisi Selasa-an?”. Maksud beliau adalah, “siapa yang akan mengisi kajian (setiap) hari Selasa?”. Setau saya, beliau memang selalu mengusahakan untuk mengisi kajian setiap hari selasa di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin Leteh Rembang. Dan begitu mendengar Gus Mus (KH. Musthofa Bisri) telah siap menggantikan beliau, beliau pun agak sedikit lega.

Mbah Sahal pun demikian. Meski saya tak pernah bertemu secara langsung untuk ngangsu kawruh. Namun dari berbagai macam cerita di kalangan santri tentang sosok beliau, kami merasa dekat dengan beliau. Meski beliau adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia, kami merasa beliau tetap bersama kami, kaum kecil, kaum awam yang masih butuh bimbingan ulama.

Dua sosok di atas tak mudah dicari. Meski beliau adalah tokoh nasional, namun kami tetap merasa memiliki, dan beliau pun merasa dimiliki ummat. Tak berubah meski kehidupan mendudukkan mereka pada kasta yang tinggi. Beliau berdua paham betul, betapa kami ini membutuhkan mereka. Mereka tak pernah meninggalkan kami..

Selamat jalan Mbah Sahal… Do’a kami menyertaimu…

Mbah Cholil Wafat

Sumber Gambar: http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/25/nas03.htm

 

 

 

 

 

KIAI SAHAL MAHFUDZ WAFAT. Ribuan pelayat mengiringi proses pemakaman Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Sahal Mahfudz di kompleks makam Syeikh Ahmad al-Mutamakkin, Kajen, Margoyoso, Pati, Jateng, Jumat (24/1).

Sumber Gambar: http://www.shnews.co/detile-31436-kiai-sahal-mahfudz-wafat-dimakamkan.html