Seorang Anak Menulis Surat kepada Angin

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Beranda

sang angin enggan membaca

Kukira engkau tak lagi melakukan itu Nak?
Tentang apa Paman?
Itu, bukankah engkau mulai suka lagi menulis surat kepada angin?
Paman, usahlah engkau risau, jika bukan kepada angin kepada siapa lagi resah asa ini harus kukirim. Negeriku kian parau, anak negerinya kian galau…Kukira angin pun mulai bosan mendengar keluhku, akhir-akhir ini ia nampak masam didedepanku…

—sang angin dalam hati berkata: suratmu sudah kuterima, namun enggan kubaca—

indiahono – kaki gunung slamet 01 April 2013