Hidup ini Perjuangan Nak…

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Beranda

GEAR2

“Coba jelaskan kepada saya, satu alasan yang membuat kami harus meluluskan Anda hari ini!”, begitu pertanyaan terakhirku menutup sesi ujian akhir mahasiswa. Kedua mata di kepala yang menempel di tubuh kekar itu pun memandang tajam kepadaku. Ruang pun hening, sehening-heningnya. Kedua bola matanya mulai berkaca-kaca, meski ia ingin nampak tegar, air mata meleleh ke pipi dan coba tak diusapnya. “Bapak, sejak saya menginjakkan kaki dan berkuliah di sini, hanya satu yang ingin saya tunjukkan kepada kedua orang tua saya. Bahwa anak mereka dapat menjadi sarjana. Sejak saya kuliah, kiriman orang tua kadang sampai namun seringkali tiada berita. Saya harus menyambung hidup di kota ini dengan kemampuan yang saya bisa. Saya berdagang kaos olahraga, jersey dan aksesoris bola Pak, memang hasilnya tak besar, tapi cukup untuk makan di sini dan sekedar menambal SPP semester”. Kalimat-kalimat itu diucapnya dengan bergetar. Sesekali ia usap air mata, dengan gerakan ringan, seakan tak mau menunjukkan bahwa ini adalah titik penghabisan perjuangannya. Jawaban si anak muda itu terasa beda, ada ruh yang keluar dari kata-katanya, hingga… “Baiklah Mas, Anda harus lebih banyak belajar tentang hidup. Hidup adalah perjuangan. Dan perjuangan Anda tak boleh hingga di sini. Maaf, kami dengan terpaksa harus menyampaikan bahwa Anda…. dinyatakan lulus… Selamat dan tolong sampaikan salam kami kepada kedua orang tua Anda”.  Seketika tubuhnya ambruk, kepalanya menyusur karpet biru, air matanya tumpah bersama sujud syukurnya yang syahdu…