Mbah Marijan (Tak Pernah Ingkar Janji)

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Opini & Sitasi

STARS007Saat banyak kalangan menyangsikan: apakah betul bangsa ini berkarakter? Mbah Marijan telah menjawabnya. Di saat banyak orang yang memiliki jabatan ingkar dengan tugasnya, Mbah Marijan telah mengajarkan arti tanggung jawab dengan baik sekali. Mbah Marijan adalah personifikasi yang unik dari abdi dalem Kraton. Saat merapi mulai nakal, siap menyembur dan melontarkan awan panas, Mbah Marijan dengan amat setia berada di sampingnya. Mungkin serupa dengan pawang ular atau harimau di dekat ular dan harimaunya. Bagi Mbah Marijan, meninggalkan Merapi sama saja meninggalkan tanggungjawab. Meninggalkan tanggung jawab adalah khianat, dan ia tak mau melakukannya. Mati dalam menjalankan tugas adalah kematian yang mulia, dan lari dari tanggung jawab adalah perbuatan nista. Sentilan ini kemudian menjalar. Jadi pejabat itu harus siap melarat, karena jabatan itu seharusnya bukan hanya bertabur kenikmatan dan kemewahan. Jabatan itu, menempel rasa prihatin dan perjuangan. Resiko asli menjadi pejabat adalah melarat bukan sebaliknya, punya rumah tingkat empat dan mobil mewah mengkilat. Bukan itu. Resiko jadi pejabat adalah siap dicegat rakyat, untuk sekedar curhat. Resiko pejabat adalah siap digugat jika khianat.

Tak usah belajar jauh-jauh dari negeri orang tentang tanggung jawab dan komitmen kepada tugas. Di sini, banyak contoh yang dapat digali, dan Mbah Marijan telah mengajarkannya untuk kita semua.