“…Kamu Tak Cocok Menjadi Pejabat…”

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Beranda

globexBeberapa bulan memasuki tahun dan di awal tahun 2010, banyak sekali iklan televisi yang menawarkan ramalan nasib di tahun 2010. Salah satunya adalah iklan ramalan nasib yang kurang lebih kata kuncinya adalah: “Kamu tidak cocok kerja di air”, karena si orang lahir di hari dan weton tertentu.

Ramalan seperti ini secara agama dan secara akal tak dibenarkan. Agama (Islam khususnya) mengkategorikan kepercayaan kepada ramalan, peramal atau dukun sebagai dosa besar. Secara akal pun percaya kepada ramalan tak dapat diterima. Sebagai contohnya:

  1. Seandainya seorang Direktur PDAM percaya kepada ramalan dan akan merekrut pegawai baru, maka yang akan dicari adalah orang yang hari dan wetonnya “cocok kerja di air”. Seandainya hari dan weton yang cocok kerja di air adalah Senin Pahing, maka di papan pengumuman tercantum salah satu persyaratan yang berbunyi: Calon Pegawai PDAM Harus Lahir di Senin Pahing. Dan pada hari pengumuman atau surat pemberitahuan kepada pendaftar yang ditolak akan ditulis dengan kalimat besar dan tebal: “Anda dinyatakan tidak diterima karena tidak lahir di Senin Pahing”.
  2. Dan jika ada PDAM yang tidak bekerja maksimal atau berkinerja buruk maka yang akan ditanya lebih dulu adalah “Apa hari dan weton Direktur PDAM-nya?”. Jika bukan hari Senin Pahing maka akan direkomendasikan pemecatan dengan sebuah rekomendasi berbunyi “Direktur PDAM gagal karena tidak lahir di Senin Pahing”.
  3. Jika Anda masih bujangan, maka celaka betul jika calon mertua Anda percaya ramalan. Sebab ketika Anda akan melamar dan mengutarakan akan menuju jenjang pernikahan maka Calon Mertua Anda akan berkata: “Tunggu dulu Mas, Saya akan kirim SMS dulu ke Reg (spasi) Jodoh ke ****, setelah ada jawaban nanti Mas Saya kasih tahu”. Lebih celaka lagi jika Calon Mertua Anda bilang: “Mas, saya sudah terima SMS hasil dari ramalan jodoh. Hasilnya kami mohon maaf, karena ternyata Mas An** dan An*** hanya berjodoh 30 %. Dari pada nanti bikin masalah di kemudian hari, lamaran Mas An** kami tolak”. Wah bisa celaka 21 kan?
  4. Seandainya pada penerimaan CPNS, para pejabatnya percaya ramalan, maka setiap pendaftar akan disuruh menulis biodata. Biodatanya tak usah terlalu panjang, hanya kira-kira seperempat halaman, karena hanya berisi: Nama, hari lahir, No HP. dan alamat. Singkat bukan? Pejabat yang percaya ramalan akan memilahnya berdasarkan hari lahir dan weton. Berdasarkan penasehat spiritual, misalnya: hari dan weton lahir yang cocok jadi birokrat adalah Selasa Legi dan Jumat Kliwon. Maka, seluruh pendaftar akan di-screening berdasarkan hari lahir dan weton. Bagi yang tidak lahir di Selasa Legi dan Jumat Kliwon maka siap-siaplah menerima surat pemberitahuan yang berbunyi: “Lamaran Anda ditolak karena Anda tidak cocok jadi birokrat, Anda tidak cocok jadi pejabat karena tidak lahir di Selasa Legi dan Jum’at Kliwon”.
  5. Bayangkan juga jika ada orang tua percaya ramalan. Mereka juga akan berkata: “Nak, kamu ndak usah sekolah tinggi-tinggi ya. Sebab, kamu itu ndak cocok jadi pejabat, kamu kan lahir Senin Pahing bukan Selasa Legi. Lebih baik sekarang kamu siap-siap latihan renang, karena kamu cocoknya kerja di air”. Nah, kalo sudah begini, semua perkara bisa bikin pusing.

Tulisan ini hendak menyatakan bahwa percaya kepada ramalan merupakan suatu yang dilarang oleh Agama, dan melawan rasionalitas akal budi manusia. Jangan biarkan keluarga dan pejabat di negeri ini percaya ramalan. Maka tulisan ini menyerukan: Hentikan seluruh jenis iklan ramalan dalam bentuk apapun, sekarang atau tidak sama sekali !!!

Dwiyanto Indiahono (23 Mei 2010)