Pengumuman Penundaan Kuliah BPS

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Birokrasi dan Perubahan Sosial

STARS007PERTEMUAN KE ENAM Mata Kuliah Birokrasi dan Perubahan Sosial (BPS) yang seharusnya dilaksanakan pada: Selasa, 25 Mei 2010; Pukul : 15.30 WIB s/d selesai; Tempat : Ruang I  — DITUNDA

PERTEMUAN KE ENAM BPS – insya Allah – akan dilaksanakan pada: Selasa, 1 Juni 2010; Pukul : 15.30 WIB s/d selesai; Tempat : Ruang I.

Mohon Maaf Atas Penundaan ini. Atas kerjasama yang baik disampaikan Terimakasih.

Purwokerto, 24 Mei 2010

Dwiyanto Indiahono, S.Sos., M.Si.

“…Kamu Tak Cocok Menjadi Pejabat…”

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Beranda

globexBeberapa bulan memasuki tahun dan di awal tahun 2010, banyak sekali iklan televisi yang menawarkan ramalan nasib di tahun 2010. Salah satunya adalah iklan ramalan nasib yang kurang lebih kata kuncinya adalah: “Kamu tidak cocok kerja di air”, karena si orang lahir di hari dan weton tertentu.

Ramalan seperti ini secara agama dan secara akal tak dibenarkan. Agama (Islam khususnya) mengkategorikan kepercayaan kepada ramalan, peramal atau dukun sebagai dosa besar. Secara akal pun percaya kepada ramalan tak dapat diterima. Sebagai contohnya:

  1. Seandainya seorang Direktur PDAM percaya kepada ramalan dan akan merekrut pegawai baru, maka yang akan dicari adalah orang yang hari dan wetonnya “cocok kerja di air”. Seandainya hari dan weton yang cocok kerja di air adalah Senin Pahing, maka di papan pengumuman tercantum salah satu persyaratan yang berbunyi: Calon Pegawai PDAM Harus Lahir di Senin Pahing. Dan pada hari pengumuman atau surat pemberitahuan kepada pendaftar yang ditolak akan ditulis dengan kalimat besar dan tebal: “Anda dinyatakan tidak diterima karena tidak lahir di Senin Pahing”.
  2. Dan jika ada PDAM yang tidak bekerja maksimal atau berkinerja buruk maka yang akan ditanya lebih dulu adalah “Apa hari dan weton Direktur PDAM-nya?”. Jika bukan hari Senin Pahing maka akan direkomendasikan pemecatan dengan sebuah rekomendasi berbunyi “Direktur PDAM gagal karena tidak lahir di Senin Pahing”.
  3. Jika Anda masih bujangan, maka celaka betul jika calon mertua Anda percaya ramalan. Sebab ketika Anda akan melamar dan mengutarakan akan menuju jenjang pernikahan maka Calon Mertua Anda akan berkata: “Tunggu dulu Mas, Saya akan kirim SMS dulu ke Reg (spasi) Jodoh ke ****, setelah ada jawaban nanti Mas Saya kasih tahu”. Lebih celaka lagi jika Calon Mertua Anda bilang: “Mas, saya sudah terima SMS hasil dari ramalan jodoh. Hasilnya kami mohon maaf, karena ternyata Mas An** dan An*** hanya berjodoh 30 %. Dari pada nanti bikin masalah di kemudian hari, lamaran Mas An** kami tolak”. Wah bisa celaka 21 kan?
  4. Seandainya pada penerimaan CPNS, para pejabatnya percaya ramalan, maka setiap pendaftar akan disuruh menulis biodata. Biodatanya tak usah terlalu panjang, hanya kira-kira seperempat halaman, karena hanya berisi: Nama, hari lahir, No HP. dan alamat. Singkat bukan? Pejabat yang percaya ramalan akan memilahnya berdasarkan hari lahir dan weton. Berdasarkan penasehat spiritual, misalnya: hari dan weton lahir yang cocok jadi birokrat adalah Selasa Legi dan Jumat Kliwon. Maka, seluruh pendaftar akan di-screening berdasarkan hari lahir dan weton. Bagi yang tidak lahir di Selasa Legi dan Jumat Kliwon maka siap-siaplah menerima surat pemberitahuan yang berbunyi: “Lamaran Anda ditolak karena Anda tidak cocok jadi birokrat, Anda tidak cocok jadi pejabat karena tidak lahir di Selasa Legi dan Jum’at Kliwon”.
  5. Bayangkan juga jika ada orang tua percaya ramalan. Mereka juga akan berkata: “Nak, kamu ndak usah sekolah tinggi-tinggi ya. Sebab, kamu itu ndak cocok jadi pejabat, kamu kan lahir Senin Pahing bukan Selasa Legi. Lebih baik sekarang kamu siap-siap latihan renang, karena kamu cocoknya kerja di air”. Nah, kalo sudah begini, semua perkara bisa bikin pusing.

Tulisan ini hendak menyatakan bahwa percaya kepada ramalan merupakan suatu yang dilarang oleh Agama, dan melawan rasionalitas akal budi manusia. Jangan biarkan keluarga dan pejabat di negeri ini percaya ramalan. Maka tulisan ini menyerukan: Hentikan seluruh jenis iklan ramalan dalam bentuk apapun, sekarang atau tidak sama sekali !!!

Dwiyanto Indiahono (23 Mei 2010)

“Gagak Nganggo Lar Mêrak”

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Beranda

“Gagak Nganggo Lar Mêrak” Wóng asór (cilík) tumindak kaya wóng luhúr (gêdhé)

MISC013Mobil Car** warna biru itu pun dengan cepat memasuki jalan rumah sakit dan menukik menuju parkir Instalasi Gawat Darurat rumah sakit. Perawat dan petugas porter pun dengan cepat datang menghampiri, dengan bantuan tempat tidur beroda, pasien perempuan tua itu pun dibawa masuk ke ruang perawatan.

Terlihat seorang ibu-ibu menenteng HaPe bermerek, berpakaian wah ala pejabat, bergelang lebih dari satu menimbulkan gemerincing seperti suara tarian Bali. Gayanya yang perlente, dengan tutur kata lagaknya pejabat memperkenalkan diri sebagai penanggung jawab si pasien yang baru masuk.

Tiba-tiba ada yang menyeletuk dengan suara yang agak diperkeras: ”Ooo, Ibu pake SKTM (surat keterangan tidak mampu) tho?”.

Maaf, tidak bersambung…—

— Dwiyanto Indiahono —

…Belajar di Bengkel Las…

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Beranda

STATIONKemarin pagi saya harus menghabiskan waktu hampir seharian di bengkel las. Sebenarnya tidak persis satu hari, cuma dari jam sembilan pagi sampai dengan jam dua siang. Tapi biasanya orang menyebutnya “seharian” hanya karena menyita jam kerja efektif. Ada sesuatu yang harus dikerjakan di bengkel las. Bengkel las itu dulu pernah membantu memperbaiki knalpot mobil saya yang bocor. Sebelum diperbaiki bunyi knalpotnya luar biasa: seperti orang mau kampanye saja. Tapi setelah diperbaiki, suaranya “nyaris tak terdengar”. Meski bengkel las itu tidak begitu besar, tapi saya percaya tukang las tersebut cukup amanah untuk memperbaiki mobil saya.

Pengalaman seharian menunggui pekerjaan selesai di bengkel las, ternyata banyak pula pengetahuan yang didapat. Di samping bengkel las tersebut ada kawan si tukang bengkel las yang buka usaha pengecatan sepeda motor, ada tukang bengkel sepeda motor, dan juga ada yang buka usaha permak jok mobil, motor, atau kursi. Selama seharian itu, saya lihat betapa para awak pengusaha kecil kita amat “tolong menolong”.

  • Selagi awak bengkel motor memerlukan amplas halus, ia langsung saja mencomot amplas bekas yang biasa dipergunakan oleh si tukang cat. Tak heran, saya lihat si tukang cat mengernyitkan dahi kala mencoba menghitung kembali amplas bekas yang ada di ember. Mungkin dia bertanya: kemana tadi amplas yang satunya? ia tidak tahu jika amplasnya telah dibawa si tukang bengkel sepeda motor.
  • Selagi membutuhkan obeng, si tukang cat langsung saja membawa obeng si tukang las. Tak heran, si tukang las harus mencari-cari obeng yang tadi ada di dekatnya yang tiba-tiba raib.  
  • Yang lebih parah, selagi si tukang las mengelas pekerjaan untuk saya, tiba-tiba datang seorang kawan tukang las yang langsung saja pinjam itu solder las, dipakai untuk mengerjakan pekerjaan dia seorang. Si tukang las ini pun tak berkata apa-apa kecuali menyerahkannya. Terpaksalah pekerjaan saya tertunda untuk waktu yang cukup lama, kira-kira stengah jam, menunggui pekerjaan “orang baru” ini selesai.

Indah memang ketika mendapati komunitas yang akrab, saling tolong, saling bantu. Meski agak kesal juga karena harus dinomor-duakan, tapi saya sadar. Inilah komunitas asli bangsa: mudah membantu, mudah tolong menolong. Saya hanya tersenyum dalam hati. Allah sedang mengajari saya makna hidup bersama: tanpa ada rasa curiga dan tanpa prasangka.

Dwiyanto Indiahono (20 Mei 2010)

Menformat Perspektif Sosial atas Posisi Pejabat

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Opini & Sitasi

uang-suapPagi itu, seperti pagi biasanya saya melintas di ruas jalan utama menuju kampus. Tapi tak seperti biasanya, perhatian saya tertuju pada seorang bapak-bapak bercelana ¾, bertopi koboi dan bersepeda kumbang “lanang”. Enjoy sekali dia menikmati ayunan pedal kaki sepedanya, melaju agak kencang meski pacul di jok belakangnya mengancam untuk jatuh. Saya berfikir sejenak, entah kenapa ada sesuatu yang aneh pada bapak ini. Ternyata, meski pacul menggelayut di sepeda kumbangnya, si Bapak manggut-manggut menikmati musik dari MP3 player atau HP? Saya tidak tahu. Yang saya tahu, si bapak terus menggeleng-gelengkan kepala menikmati lantunan musik dari headset yang menempel di kedua telinganya. Ehm, saya yakin saya salah menganggap bapak ini aneh. Tapi inilah komunitas kita. Komunitas miskin dengan polah orang kaya. Hape selalu ingin merek terkenal jika mungkin selalu uptodate. Katanya ”kalo bukan bl**kberry bukan gaul namanya”, kalo bukan bl**kberry bukan hape namanya. Hape bl**kberry tapi cuma untuk main game dan online. Tak ada manfaat kecuali bersapa dan menghabiskan waktu saja. Inilah komunitas negara pinggiran yang sukses dieksploitasi negara kaya. Budaya konsumerisme begitu menggurita, hingga tak sadar menjadi penderita.

Bahayanya, pejabat pun latah menjadi orang yang harus kaya segala-galanya. Gaji maksimal lima juta, tapi mimpi punya vila lima, mobil pun tak mau jika hanya mobil Kij**g biasa. Jika bawahannya punya istri dua, dia pun harus punya tiga. Semua harta harus lebih dari pegawai biasa. Tak heran korupsi dimana-dimana.

Masyarakat pun harus mawas diri, sebab, jangan-jangan masyarakatlah yang mendesain lahirnya koruptor baru. Tetangga punya jabatan baru, penginnya menuntut sang pejabat nyumbang ke kampung jauh lebih besar, nyumbang ke hajatan (manten/ pengantin, bayen/ melahirkan, & kepaten/ kematian) jauh lebih mewah dari tetangga lainnya. Masyarakat tak mau tau: pejabat harus jadi orang kaya.

Salah satu hal penting dari reformasi birokrasi adalah juga me-reset kembali pikiran yang ada dalam frame sosial. Reformasi sosial harus mampu men-default perspektif orang tentang pejabat dan amanah. Formatnya adalah: pejabat bukanlah orang yang bisa kaya mendadak, pejabat adalah manusia biasa yang diberi amanah berat. Pejabat jangan dituntut menyumbang lebih hebat, pejabat tidak harus naik mobil mewah mengkilat. Pejabat harus hidup layaknya rakyat, sehingga tau nuansa kebatinan rakyat yang menginginkan datangnya nikmat dari pejabat yang amanat.

Dwiyanto Indiahono (17 Mei 2010)

Update Cerpen Birokrasi yang Telah Masuk

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Birokrasi dan Perubahan Sosial

STARS007Berikut ini adalah Nama/ NIM, Judul dan Nilai Cerpen Birokrasi yang Telah Masuk di inbox indiahono@yahoo.com sampai dengan Sabtu, 15/5/2010 pukul 05.30 WIB:  

No.

Nama / NIM

Judul

Nilai

1. Yaludin Amna / F1B007082

Kisah Mbah Bejo Dalam “Drama Pembuatan KK” di Kantor Kecamatan Duyungdayani

85

2. Suherlan / F1B007009

“Mereka Korupsi? Biasalah”

90

3. Ranni Yuliati Agustina / F1B007041

“Birokrat yang Pelit Bicara dan Tidak Tahu Terimakasih”

80

4. Nur Amanah / F1B007018

Birokrasi Yang Melelahkan Dan Menjemukan

87

5. Anas Mustika / F1B007016

Pengalaman Pembuatan SIM C, 16 Tahun Buat Sim C?  Kenapa Tidak!!

85

6. Agam Mayrawan / F1B007048

Bayar Dulu Baru Kami Layani 

87

7. Nurso’im Isnanto / F1B007069

Silahkan Pak, Anggap Saja Rumah Sendiri….

85

8. Yuda Oktafia DK. / F1B007053

Birokrasi Rikuh Pekewuh

87

9. Meliana Heri Suci/F1B007045

Mimpi apa aq ???

80

10. Tunjung Rupitaningrum / F1B007012

Perjalanan Ktp Ku 

75

11. Justinus Anggana B / F1B007090

“Balada Oknum Penyamun di Kantor Kepolisian”

85

12. Indah Fajarwati / F1B007014

Bayar Pajak Aja Kok Repot?? Apa Kata Dunia??

83

13. Dani Setiawan SS. / F1B007079

Kenapa harus lama kalau bisa cepat di urus…!

75

14. Muhammad Jaiz-F1B007046

Sore di Tanjung Priok

85

15. Yoga Pratama / F1B007043

Ingin Dilayani Asal Tau “Aturan”

83

16. Riani Maulina Amini / F1B007047

Ribetnya Membuat SIM

83

17. Adhimi Maulida / F1B007031

Birokrasi Rumah Sakit yang Bikin Orang Tambah Sakit 

87

18. Yuni Ekowati / F1B007032 

—BELUM ADA JUDUL—

75

19. May Nashiroh / F1B007054

Birokrasi Impian 

87

20. Anwar Sidik / F1B007059

“SIM C Saya Yang Malang”

83

21. Rizky Anugrah / F1B005038

Birokrasi yang salah atau saya yang salah?

75

22. Zamzami Nasir / F1B007008

Setelah Selesai Lalu Bayar Yach

78

23 Raiza Abdi Fardani / F1B007058

Tak Apa Seperti Itu, Yang Penting Masih Ada dan Menguntungkan….

78

24 F1B007003

Proses Pembuatan Ktp Yang Memakan Waktu Dan Biaya

60

25 Syafrinal / F1B007042 

Ternyata Bikin SIM Gampang juga…???

70

26 Maherdhika Imam Alhadi / FIB007052

Pengalaman Pembuatan Skck, Ribet!!!!

75

27 Tiska Ninia Kinasih / F1B005208

Legenda Lama 

70

28 Abietyasakti Narendra / F1B007027

Birokrasi: Dekat di Mata Jauh di Hati

83

29 FIB007051

Niat Hati Ingin Sembuh

50

30 F1B007019

Fenomena Artis Di Pentas Politik

50

31 Syafril Mujtahid /  F1B007029

Aku Cemburu 

80

32 F1B005141

“Pelayan masyarakat,..Jengger merah”

67

33 F1B007030

Di Daerah ku, Miskin adalah Kebanggaan

50

 Catatan:

  1. Bagi yang terlambat mengumpulkan naskah softcopy: Sabtu, 15/5/2010 maka nilai akan dikurangi: -10, dan pengumpulan selebihnya akan ditolak dan diberi nilai 0 untuk tugas ini.
  2. Bagi yang file-nya masih dalam bentuk .docx, file tidak dapat diproses, dan jika tidak dikirimkan kembali sampai Sabtu, 15/5/2010 maka dianggap gagal.
  3. Bagi yang Naskah Cerpennya belum ada judul, segera mengirimkan judul naskahnya.
  4. Jika diantara mahasiswa ada yang mengirim naskah namun belum tercantum dalam update terakhir ini, maka Anda dapat mengirimkan email yang pernah Anda kirim dengan membuktikannya dengan cara: memforward email yang pernah Anda kirim.
  5. Selamat dan Terima Kasih.

Update Cerpen Birokrasi yang Telah Masuk

Author: dwiyanto indiahono  |  Category: Birokrasi dan Perubahan Sosial

STARS007Berikut ini adalah Nama/ NIM, Judul dan Nilai Cerpen Birokrasi yang Telah Masuk di inbox indiahono@yahoo.com sampai dengan Jum’at, 14/5/2010:

No.

Nama / NIM

Judul

Nilai

1. Yaludin Amna / F1B007082

Kisah Mbah Bejo Dalam “Drama Pembuatan KK” di Kantor Kecamatan Duyungdayani

85

2. Suherlan / F1B007009

“Mereka Korupsi? Biasalah”

90

3. Ranni Yuliati Agustina / F1B007041

“Birokrat yang Pelit Bicara dan Tidak Tahu Terimakasih”

80

4. Nur Amanah / F1B007018

Birokrasi Yang Melelahkan Dan Menjemukan

87

5. Anas Mustika / F1B007016

Pengalaman Pembuatan SIM C, 16 Tahun Buat Sim C?  Kenapa Tidak!!

85

6. Agam Mayrawan / F1B007048

Bayar Dulu Baru Kami Layani 

87

7. Nurso’im Isnanto / F1B007069

Silahkan Pak, Anggap Saja Rumah Sendiri….

85

8. Yuda Oktafia DK. / F1B007053

Birokrasi Rikuh Pekewuh

87

9. Meliana Heri Suci/F1B007045

Mimpi apa aq ???

80

10. Tunjung Rupitaningrum / F1B007012

Perjalanan Ktp Ku 

75

11. Justinus Anggana B / F1B007090

“Balada Oknum Penyamun di Kantor Kepolisian”

85

12. Indah Fajarwati / F1B007014

Bayar Pajak Aja Kok Repot?? Apa Kata Dunia??

83

13. Dani Setiawan SS. / F1B007079

Kenapa harus lama kalau bisa cepat di urus…!

75

14. Muhammad Jaiz-F1B007046

Sore di Tanjung Priok

85

15. Yoga Pratama / F1B007043

Ingin Dilayani Asal Tau “Aturan”

83

16. Riani Maulina Amini / F1B007047

Ribetnya Membuat SIM 

83

17. Adhimi Maulida / F1B007031 Birokrasi Rumah Sakit yang Bikin Orang Tambah Sakit 

87

18. Yuni Ekowati / F1B007032  —BELUM ADA JUDUL-

75

19. May Nashiroh / F1B007054

Birokrasi Impian

87

20. Anwar Sidik / F1B007059

“SIM C Saya Yang Malang”

83

21. Rizky Anugrah / F1B005038

Birokrasi yang salah atau saya yang salah?

75

22. Zamzami Nasir / F1B007008

Setelah Selesai Lalu Bayar Yach

78

23 Raiza Abdi Fardani / F1B007058

Tak Apa Seperti Itu, Yang Penting Masih Ada dan Menguntungkan….

78

24 F1B007003

Proses Pembuatan Ktp Yang Memakan Waktu Dan Biaya

60

25 Syafrinal / F1B007042 

Ternyata Bikin SIM Gampang juga…???

70

26 Maherdhika Imam Alhadi / FIB007052

Pengalaman Pembuatan Skck, Ribet!!!!

75

27 Tiska Ninia Kinasih / F1B005208

Legenda Lama 

70

28 Abietyasakti Narendra / F1B007027

Birokrasi: Dekat di Mata Jauh di Hati

83

29 FIB007051

Niat Hati Ingin Sembuh

50

30 F1B007019

Fenomena Artis Di Pentas Politik

50

31 Syafril Mujtahid /  F1B007029

Aku Cemburu 

80

Catatan:

  1. Bagi yang terlambat mengumpulkan naskah softcopy: Sabtu, 15/5/2010 maka nilai akan dikurangi: -10, dan pengumpulan selebihnya akan ditolak dan diberi nilai 0 untuk tugas ini.
  2. Bagi yang file-nya masih dalam bentuk .docx, file tidak dapat diproses, dan jika tidak dikirimkan kembali sampai Sabtu, 15/5/2010 maka dianggap gagal.
  3. Bagi yang Naskah Cerpennya belum ada judul, segera mengirimkan judul naskahnya.
  4. Jika diantara mahasiswa ada yang mengirim naskah namun belum tercantum dalam update terakhir ini, maka Anda dapat mengirimkan email yang pernah Anda kirim dengan membuktikannya dengan cara: memforward email yang pernah Anda kirim maksimal Sabtu, 15/5/2010.
  5. Selamat dan Terima Kasih.